Merawatikan koi sebenarnya cukup mudah, akan tetapi menjaga keindahan warna ikan hias ini cukup sulit. Salah satu faktor utama yang menyebabkan warna koi pudar adalah serangan penyakit. Jenis penyakit ikan koi pun cukup beragam, namun penyebab utamanya sering terjadi karena faktor lingkungan kolam yang tidak terjaga dengan baik. SenaraiPenyakit Ikan Emas Koki . Nah, untuk itu, anda perlu tahu apakah jenis penyakit ikan emas dan cara merawatnya. Berikut penjelasannya: 1. Cacing Berkala (Lernaea) Punca penyakit ikan emas ini ialah kehadiran parasit yang melekat dan menusuk seperti jarum. Parasit ini menembusi insang, sirip, badan, dan mata ikan. Trichodinidadalah salah satu protozoa ektoparasit penting yang biasanya ditemukan pada insang, kulit dan sirip ikan yang digambarkan seperti bentuk piala dengan lapisan silia homosentrik dan lingkaran koordinasi dentikel sitoskeletal. Terdapat luka pada kulit ikan yang terserang Trichodina sp., dan produksi lendir berlebihan. 2sqvgae. “Penyakit-penyakit ikan mas koki mungkin pas awal-awal breeding.” JAKARTA - Sering sekali para peternak ikan mengalami serangan beragam penyakit pada ikan peliharaannya. Banyak faktor yang menyebabkan ikan terkena penyakit. Kurangnya pengetahuan dan terlambat dalam menangani penyakit bisa menjadi salah satunya. Baca juga Memilih Mas Koki yang Sehat Lorentius Gilang atau yang akrab dipanggil Gilang, pemilik dari Farm Mas Koki Mina Seroja, berbagi tentang pengalamannya kepada Sahabat Tani saat ikan-ikan miliknya mengalami penyakit. “Penyakit-penyakit ikan mas koki mungkin pas awal-awal breeding. Ikan saya sering banget kena penyakit. Dari semua penyakit, yang paling sering banget saya derita itu, yang pertama insang busuk,” katanya saat ditemui di Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, belum lama ini. “Insang busuk itu, ketika dibuka insangnya di bagian leher, warnanya itu putih. Bukan warna daging segar. Kemudian juga kalau kita lihat seperti banyak digerogotin, seperti borokan lah. Itu nanti lama-lama ikannya akan mengambang di atas. Mati biasanya,” tambahnya. Secara garis besar, penyakit ikan hias biasanya dapat disebabkan oleh virus, bakteri maupun parasit. Tak hanya itu, ikan pun bisa mengalami penyakit stres berkelanjutan. “Kemudian penyakit yang kedua ada white spot. White spot itu bintik putih. Nah, itu biasanya kalau tidak airnya kotor, air kalian terlalu dingin. Cara pengobatan untuk si white spot ini biasanya gampang sih, hanya pakai heater setting di 27 derajat celsius. Kemudian ikannya dipisahkan, lalu kasih garam. Boleh juga pakai methylene blue,” terangnya. Tentu saja penyakit yang diderita ikan akan berbahaya apabila tidak segera untuk diobati, karena bisa menyebabkan kematian dalam waktu yang singkat. Bahkan, bisa menyebar ke ikan yang lainnya. “Kalau dari segi kesehatan ikan itu sebenarnya gampang ya dilihatnya, kalau kita biasa melihat ikan. Kelihatan dari gerak geriknya, lincah atau enggak-nya ikan itu. Makannya juga rakus kalau yang sehat itu. kalau yang sakit, biasanya dia di pojok saja, atau di dasar, atau kadang-kadang mengambang di atas sambil mulutnya mangap-mangap. Nah, yang seperti itu harus sudah di cek. Itu biasanya sih sakit,” jelasnya. “Terus ada lagi nama penyakitnya sisik nanas, nah kalau itu biasanya organ dalamnya yang kena. Jadi sisik ikan itu harusnya rapi ke dalam, kalau yang terkena penyakit ini, bentuk sisiknya akan seperti keluar atau mekar, seperti nanas,” tambahnya. Dalam melakukan pengobatan, sebaiknya Sahabat Tani terlebih dahulu mengetahui jenis penyakit yang di derita ikan mas koki. Sehingga, dapat mengetahui jenis obat apa yang cocok untuk segera diatasi. Tidak lupa, lebih baik mencegah daripada mengobati. Cara merawat ikan yang baik, juga bisa menghindari para peternak dari terkena penyakit. “Kalau untuk kasih pakan, saya bisa kasih pelet atau bisa juga cacing sutra. Ketika cacing sutra-nya datang, langsung diletakkan di penampungan cacing. Kalau sudah terkumpul saya kasih methylene blue atau PK Kalium permanganat. Gunanya itu kalau cacing hidupnya di kali. Di kali itu banyak juga yang ada limbahnya atau banyak kotoran, nah itu harus kalian cuci bersih,” katanya. Gilang menambahkan, ia memberikan makan ikan-ikannya biasanya 12 jam sekali atau sehari dua kali. Baca juga Memilih Mas Koki yang Sehat Bisa saja ia menambahkan pelet-nya lagi ketika ikan-ikannya sedang rakus makan, asalkan semua pelet itu habis di makan. Pemuda berusia 20 tahunan itu pun menyarankan pelet jangan sampai tersisa selama lima menit di air. Menurutnya, nantinya akan menjadi bumerang untuk ikan dan ikan malah bisa menjadi sakit. “Bahkan, sebelum kasih ke ikan pun harus dicuci lagi. Jangan pernah bosan untuk cuci cacing, karena berbagai sumber penyakit ada di situ. Hanya, kalau memang kalian sudah bisa cara cucinya dan tahu cara kasih makan yang baik, ikan kalian nantinya bisa cepat besar,” tutupnya. Penyakit Ikan Koi. Koi dikenal sebagai ikan yang kuat, dengan ketahanan tubuh yang baik. Namun, bukan berarti ikan koi kebal terhadap penyakit. Ada kalanya, ikan koi juga mengalami penurunan imunitas akibat kondisi lingkungan yang tidak ideal, sehingga mudah terinfeksi oleh bakteri, virus, atau jamur. Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Peluang kesembuhan ikan koi akan semakin besar, apabila Anda dapat mengidentifikasi gejala sejak awal, dan mengambil tindakan yang tepat sesegera mungkin. Jenis penyakit ikan koi Jenis penyakit ikan koi1. Ichthyophthirius Multifiliis Ich2. Fluke3. Trichodina4. Dropsy5. Jamur6. Pembusukan sirip dan ekor7. Luka borok8. Cacing jangkar Nah, agar dapat melakukan deteksi dini, Anda perlu tahu seluk-beluk penyakit yang dapat dialami ikan koi, terutama yang paling sering terjadi, antara lain 1. Ichthyophthirius Multifiliis Ich Bintik putih pada ikan koi ich – via Ich merupakan parasit protozoa. Ketika ich menginfeksi ikan koi, maka akan menimbulkan gejala berupa bintik-bintik putih menyerupai garam, yang dapat muncul di sekujur tubuh tubuh atau sirip ikan koi. Gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu sirip saling melekat atau menempel pada tubuh, mata tampak keruh berkabut, sirip kusam, dan ikan kerap menggosok-gosokkan tubuhnya pada dinding atau komponen akuarium. Untuk menanganinya, Anda membutuhkan perawatan penyakit dengan spektrum yang luas dan juga perawatan bagi seluruh kolam. 2. Fluke Terdapat cacing mikroskopis yang populer dengan sebutan fluke, yang bisa menginfeksi insang atau tubuh ikan koi. Ketika menginfeksi insang, fluke membuat ikan koi kerap bergerak cepat secara mendadak, cenderung melompat, serta tampak megap-megap mengambil oksigen di permukaan air. Sementara itu, ketika menginfeksi tubuh ikan koi, fluke mengakibatkan gerakan ikan melamban, gerakan cepat secara mendadak, luka kulit yang menyerupai jaring, serta sirip yang memerah dan/atau menempel. Kedua jenis fluke, yang menginfeksi bagian sirip atau tubuh ikan koi, dapat Anda atasi dengan praziquantel, atau MinnFinn, untuk pengobatan yang lebih efektif. Sebagai pelengkap, Anda juga akan membutuhkan pembasmi cacing dan perawatan dengan spektrum yang lebih luas. Di negara empat musim, para ahli juga merekomendasikan Anda melakukan penanganan fluke sebagai langkah pencegahan infeksi, setiap musim semi dan musim gugur. 3. Trichodina Selain ich, ada parasit protozoa lain yang dapat menyerang koi, yaitu trichodina. Gejala yang muncul ketika ikan koi terinfeksi trichodina, yaitu ikan koi kerap berdiam di dasar kolam, megap-megap atau kesulitan bernapas, bergerak cepat secara mendadak, dan muncul luka kecil berwarna kemerahan. Untuk menangani trichodina, Anda perlu melakukan penanganan dengan spektrum yang luas menggunakan Minnfinn dan perawatan seluruh kolam. Selain itu, berikan makanan berkualitas tinggi untuk ikan koi, agar mereka lebih kuat melawan infeksi trichodina. 4. Dropsy Akibat infeksi bakteri, ikan koi dapat mengalami pembengkakan pada bagian abdomen atau perut, hingga sisik ikan tampak menonjol atau terbuka seperti pinus. Untuk menangananinya, Anda perlu memberi makanan obat dan antibakteri pada ikan koi. Hanya saja, meski terlihat sederhana, namun dropsy juga sering kali menjadi gejala dari penyakit yang lebih serius pada organ dalam ikan. 5. Jamur Infeksi jamur pada ikan koi, mengakibatkan munculnya serabut menyerupai kapas putih atau kehijauan di sekujur tubuh, sirip, atau mulut. Untuk mengatasi kondisi ini, Anda perlu melakukan perawatan antijamur dan memperbaiki kualitas air kolam untuk mencegah kondisi yang lebih buruk atau penularan pada ikan koi lainnya. 6. Pembusukan sirip dan ekor Kerap dialami oleh berbagai jenis ikan, pembusukan sirip dan ekor dapat terjadi karena infeksi bakteri. Gejala yang timbul berupa ekor dan sirip ikan koi robek dan terlihat compang-camping. Berikan makanan obat dan antibakteri untuk mengatasi penyakit ikan koi ini, dan lakukan karantina pada ikan yang terinfeksi. 7. Luka borok Ulcer atau luka borok pada ikan koi dapat terjadi akibat infeksi bakteri, dan menimbulkan gejala berupa luka terbuka dengan tepian merah pada tubuh ikan koi. Untuk mengatasinya, berikan antibakteri dalam bentuk injeksi, celup, atau topikal, serta perawatan antibakteri pada seluruh kolam dan asupan makanan obat. 8. Cacing jangkar Anda dapat melihat parasit ini dengan kasat mata, berupa cacing benang kecil berwarna putih. Pada kasus yang cukup serius, cacing jangkar muncul sebagai benjolan kecil menyerupai jerawat putih pada tubuh ikan. Anda dapat mengidentifikasi infeksi cacing jangkar dengan mengamati gejala-gejala seperti ikan berusaha menggaruk dengan menggosok-gosokkan tubuh pada dinding dan komponen akuarium, bergerak cepat secara mendadak, lesu, dan timbul warna kemerahan di bagian-bagian tertentu. Lakukan penanganan secara fisis, dengan mengambil cacing menggunakan pinset, dan Minnfinn sebagai antiparasit untukseluruh kolam. Intinya, meski koi tergolong ikan yang tangguh, Anda tetap perlu waspada dan melakukan pencegahan penyakit, seperti menjaga kualitas air kolam dan melakukan karantina terhadap ikan baru. Selain itu, pastikan Anda lebih peka terhadap kondisi tubuh dan perubahan perilaku ikan koi, agar dapat melakukan deteksi dini dan penanganan yang tepat, hingga ikan koi Anda bugar kembali. Penyakit Ikan Mas Koki dan Cara Mengatasinya Pernah memelihara ikan mas koki? sudah taukah jenis penyakit yang dapat menyerang koki? Siapa sih yang tidak tahu mas koki ini, ikan yang mempunyai bentuk tubuh unik dan warna yang cantik. Sekaligus masih merupakan jenis ikan hias yang mudah dipelihara. Bagi pemula yang ingin merawat ikan ini harus bisa melihat ciri-ciri ikan mas koki sakit serta harus mengetahui dulu jenis penyakit ikan mas koki. Karena suatu saat jika lengah dalam mengurusnya, akan timbul hal yang tidak diinginkan yaitu munculnya keanehan pada tubuh mas koki ini. Seperti halnya jenis ikan yang lain, ada kalanya ikan mas koki terserang penyakit. Misalnya busuk sirip, white spot, kembung, mengap-mengap, berenang terbalik, dan stress. Penyakit yang dialami ikan mas koki tidak selalu disebabkan oleh bakteri atau jamur, tetapi dapat disebabkan karena kondisi lingkungan dan cara pemeliharaan yang salah. Berikut beberapa keterangan penyakit ikan mas koki dan cara mengatasinya Baca juga Penyakit Jamur pada Ikan Saprolegnia Sp Penyakit Ikan Mas Koki dan Cara Mengatasinya 1. Busuk Sirip Gejala awal ikan mas koki yang mengalami busuk sirip adalah timbul garis merah pada ujung sirip. garis ini semakin lama semakin lebar hingga mencapai pangkal ekor sehingga selaput sirip menjadi gundul. Jika penyakit semakin parah dapat menyebabkan busuk insang. Penyakit busuk sirip disebabkan oleh jamur yang bentuknya seperti kapas. Jamur penyebab busuk sirip hidup dalam air yang suhunya dibawah 20 derajat selsius. Untuk mencegah penyakit busuk sirip, sebaiknya air yang digunakan suhunya selalu dijaga yaitu antara 28 - 32 derajat selsius dengan menggunakan heater. Sedangkan penanggulangan busuk sirip dapat dilakukan dengan cara menyelupkan ikan kedalam larutan formalin selama 1 menit kemudian memindahkan ikan ke dalam aquarium yang bebas jamur. Takarannya 10 cc formalin untuk 50 L air. Cara lain mengatasi penyakit busuk sirip adalah dengan menggunakan obat yang mengandung copper sulphate, antibiotik furanance, krim antibakteri, atau obat yang mengandung hidrogen peroksida. 2. Penyakit Ikan Mas koki - White Spot White spot merupakan penyakit munculnya bintik pitih pada sisik ikan maskoki. Penyakit ini merupakan jenis penyakit ikan yang sering menyerang ikan mas koki. White spot dapat diatasi dengan menggunakan obat yang mengandung copper sulphate, antibiotik furanance. Cara mengatasi penyakit white spot koki dan mengobatinya Langkah pertama adalah bersihkan setiap sudut kaca aquarium, kemudian periksa dan bersihkan filter. Selanjutnya masukkan air baru yang telah diendapkan. Tuangkan obat kedalam air tersebut dan tambahkan 2 sendok teh garam ikan untuk setiap 25 L air. Langkah terakhir adalah memanaskan dan menjaga suhu air, yaitu berkisar 30 derajat selsius. 3. Penyakit Kembung Ikan Mas Koki Ikan mas koki dapat mengalami kembung jika diberi pakan terlalu banyak. Akibatnya ikan mas koki tidak dapat berenang dengan baik. Ikan mas koki yang mengalami kembung akan berenang mengapung dengan perut terbalik. Penyakit ini termasuk yang sulit disembuhkan dan memakan waktu yang lama, cara mengatasi dan pencegahannya adalah dengan mengurangi porsi pakan ikan. 4. Penyakit Ikan Mas Koki Berenang Terbalik Sering sekali ikan mas koki berenang terbalik. Hal itu bukan karena ikan mas koki sedang berakrobat, Tetapi karena terserang penyakit berenang terbalik. Ikan akan berenang terbalik karena ada organ dalam tubuhnya yang kurang beres. Penyakit ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya karena infeksi bakteri, faktor keturunan genetik, pakan yang tidak hegenis, atau kualitas air yang kurang baik. Infeksi bakteri dapat terjadi karena buruknya kualitas air. Turunnya kadar PH karena menjadi <6 menyebabkan munculnya bakteri salmonella sp yang dapat memicu penyakit ini. 5. Penyakit Stress Penyakit ikan mas koki terakhir adalah stress. Ikan mas koki termasuk ikan yang rakus. Ia selalu memakan pakan yang diberikan. Namun, ada kalanya ikan mas koki tidak mau makan. Hal ini karena ikan mas koki terserang penyakit dan mnegalami stress. Biasanya ikan stress karena menempati tempat aquarium atau kolam ikan yang baru atau air aquarium habis diganti. Cara mengatasi stress dengan aquarium baru yaitu sobat bisa meletakkan ikan mas koki dalam aquarium atau baskom yang beraerator selama 4 - 5 hari, kemudian masukkan air baru sedikit demi sedikit. Setelah ikan terbiasa, pindahkan ikan ke aquarium yang dikehendaki. Sedangkan untuk koki yang stress karena air yang baru, solusinya setiap mengganti air, jangan sampai langsung mengganti seluruh aquarium, sisakan setengan atau seperempat air lama dalam aquarium. Dalam arti ganti 50% saja. Demikian sobat sedikit ulasan tentang penyakit ikan mas koki dan cara mengatsinya ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan kita pada jenjang perawatan berikutnya. Baca juga -Jenis Penyakit Ikan dan Cara Mengatasinya -Penyakit Ikan Louhan dan Cara Mengatasinya -Macam-Macam Penyakit Pada Ikan -Penyakit Ikan Koi dan Cara Mengatasinya